When Love, Life and Friendship Ends For The End Time

by K A L L E N
Let's Share, nyaan! (。•ㅅ•。) :

When Love, Life and Friendship Ends For The End Time


Di pagi yang dingin itu, aku masih tertidur lelap. Masih ada beberapa menit lagi untuk sekolah. Tapi tiba-tiba, keheningan itu lenyap begitu saja setelah aku mendengar handphoneku yang berdering cukup keras. Karena deringnya sangat lama, pikirku pasti itu telepon. Aku mencoba meraba-raba meja di sebelah tempat tidurku dan mencari handphoneku. Setelah lama berdering, deringnya tiba-tiba terhenti dan aku masih belum menemukan dimana handphoneku. Kemudian handphoneku berdering lagi dan kubuka laciku dan kutemukan dimana handphonenya. Ketika melihat namanya di layer handphone, muka ku memerah dan langsung saja ku angkat teleponnya.

“O.. Oniichan?” Ucapku ragu memegang handphone dengan gemetaran yang sangat luar biasa.
“Pagi Ruka. Aku membangunkanmu?” Ucap seseorang di telepon itu. Suaranya yang lembut membuat suasana hatiku tenang. Aku menyukai suara itu.
“Pagi juga Oniichan. Ahh tidak kok! Aku juga jam segini biasanya sudah bangun. Hehehe.” Aku berbohong kepada diriku sendiri demi dirinya. Ukh.. dasar baka.
“Ohh begitu kah? Maaf ya Ruka. Kalau begitu, sampai ketemu di sekolah. Aku mencintaimu.” Ucapnya dengan semangat dan langsung menutup teleponnya. DEG! Aku gemetaran, jantungku berdegup semakin cepat dan wajahku sangat merah. Senyumku tak henti-hentinya menyungging di wajahku. Aku pun bergumam, “Aku juga mencintaimu, Allen-nii.”

Namaku Ruka Mikune. 1 SMU di SMU Kyoushiro Gakuen. Biasa saja, tidak ada yang special dari diriku. Tapi kata teman-temanku aku ini tipe orang yang cuek. Aku tinggal bersama tanteku di Tokyo, tepatnya di kost seorang ibu muda yang baik hati. Orang tuaku di Nagoya. Tanteku bekerja di sebuah klub malam terkenal dengan nama samaran, Mikan. Sebenarnya sih nama aslinya Yukiko Arrurrell. Sangat menyukai buah jeruk. Oh ya, sekarang aku mempunyai pacar yang satu sekolah denganku yang tadi di telepon. Namanya Allen Shouta. Dia seorang ketua OSIS dan duduk di bangku 3 SMU.

“Heh? Tante kapan pulangnya?” Aku kaget tiba-tiba ada seseorang yang memegang kaki ku.
“Baru aja pulang nyaan~” Jawab tanteku. Aku mengendus-endus karena ada bau sesuatu. Ternyata bau sake, ukkh..
“Ruka mau sekolah dulu tante. Udah Ruka siapkan sarapannya. Kalau mau tidur, pakai piyama ya.” Ucapku memberitahu tanteku. Tapi sepertinya dia sudah tidak dengar. Dia ngantuk berat.
“Ok Ruucchaann~” Tiba-tiba tanteku tertidur dengan lelapnya.
“Dasar tante-tante.” Gumamku.

***---------***

“Ruuchan~ semalam nonton film yang dibintangi Youka Tohsaka ga? Ya ampun, Youka Cantiiikkk banget! Cocok peran itu! Apalagi peran cowoknya si Kazuma Kyouhei. Aaaaa~ ganteng banget Ruu! Kallen naksir banget sama Kazuu~ kakkoi banget!” Ucap Kallen Chikayama dengan hebohnya. Kallen memang benar-benar menyukai film-film striping, karena kebanyakan artis yang dia suka. Dia teman terdekatku, seorang bintang iklan yang sudah mulai terkenal dan sekelas denganku. Tapi entah kenapa tiba-tiba dia dekat denganku padahal aku orangnya suram.
“aku ga nonton. Aku ga begitu suka film seperti itu. Maaf ya Kallen.” Ucapku.
“Yah Ruuchan. Padahalkan filmnya seru loh! Nanti Kallen juga bakal main film striping seperti itu loh! Udah di kontrak sih.”
“Kalo yang itu, aku bakal nonton.” Kataku.
“Serius nyan? Waa~ makasih banyak ya Ruuchan! Kamu memang teman terbaik Kallen!” Ucapnya. Dia terlalu heboh, tapi banyak orang yang menyukainya karena dia cantik. Tapi sebenarnya aku tak terlalu suka orang yang ramai. Oh ya, Kallen juga OSIS.

Bel sekolah sudah berbunyi. Aku sekolah sampai jam 2 siang setelah itu biasanya aku ekskul basket tapi kali ini tidak karena pelatihnya tidak dating. Maka dari itu lebih baik aku langsung pulang saja. Karena kata Allen-nee mereka mau rapat OSIS, maka aku tidak pulang bersama.

Ketika aku menyelusuri taman dekat sekolah –aku ingin duduk-duduk sebentar di taman- tiba-tiba mataku terpaku melihat sepasang orang yang duduk di bangku taman bercanda ria sambil berpegangan tangan. Dan sepertinya aku kenal dengan wajahnya. Tapi sepertinya tidak mungkin, mungkin aku salah lihat. Kemudian aku melanjutkan perjalananku sampai ke rumah.

***---------***

“Kemarin aku melihat orang seperti Oniichan di taman dekat sekolah loh!” Ucapku spontan saat sedang berjalan berdua dengan Allen-nii. Allen-nii langsung menatap mataku dan matanya terbelalak seperti ada sesuatu. “Ke.. kenapa Oniichan?” Tanyaku tercengang heran melihat sikapnya.
“Ti.. tidak apa kok. Mungkin Ruka salah lihat, Oniichan kan lagi rapat OSIS.” Ucapnya ragu. Aku melihat, tangannya basah dan gemetaran. Dia juga selalu mengigit bibirnya. Pasti ada sesuatu. Tapi lebih baik aku diam saja.
“Oh begitu ya. Ya sudah, sampai nanti ya Oniichan! Makasih banyak sudah mengatar Ruka!.”
“Iya Ruka! Sampai nanti.”
“Pasti ada sesuatu. Pasti ada sesuatu.” Gumamku.

***---------***

Baru saja dua tiga langkah aku masuk kost’an, tante langsung menyuruhku membeli sesuatu. Ya apa boleh buat aku harus menurutinya karena walau dia seperti itu, dia tetap tanteku.

Di toko seberang stasiun kereta api adalah toko terdekat dengan kost’an ku. Aku membeli bahan makanan dan apa yang di pesan tante.

“Ahh Ruuchan?” Mataku terbelalak ketika ada seseorang yang memanggil namaku. Ternyata Kallen.
“Kallen, sedang apa ka----“
“Kallen! Eh? Ruka sedang apa di sini?!” Ucap seorang laki-laki yang suaranya ku kenal. Lalu aku langsung menoleh ke kanan dan kutemukan.. ONIICHAN? Sedang apa mereka? Ahh! Di keranjang belanja Kallen ada kondom? Mau apa mereka?
“Ahh aku harus pulang sekarang! Tante sudah menunggu dirumah. Daaahh!” Ucapku buru-buru karena aku sudah mulai kesal dan bingung. Pikiranku mulai kacau.

***---------***

“Gimana masakan buatan tante?” Itu ucapan pertama karena baru pertama kali dia masak. Menurutku sih masakannya benar-benar AMAZING! Enak banget! Padahal masih belajar masak.
“Enak! Enak banget tan!
“Pasti bohong deh.”
“Bohong itu dosa tante. Hahaha.”
“Kalau gitu, bisa antarkan ke rumah Allen kan?”
“Malam ini juga?”
“Iya. Ga mau ya?”
“Akan aku antarkan kok.” Kenapa saat hatiku galau malah disurug kerumahnya?! Ukkhh..

***--------***

Selangkah, dua langkah, tiga langkah aku meninggalkan kost’an. Rumah allen-nii lumayan dekat dengan kost’an ku. Ketika sampai dirumahnya, aku mendengar suara teriakan perempuan dari rumahnya, lalu ku ketuk pintu rumahnya. Karena tidak ada yang menjawab, aku masuk saja karena penasaran teriakan apa itu.

“Permisi.” Perlahan-lahan aku memasuki ruangan dan kutemukan sepasang manusia di ruang tamu dengan penampilan … FREAK! SIALAN! Pikiranku kacau sekali. Ini pasti mereka sedang melakukan … hhh MENJIJIKKAN!!
“BRENGSEK KAU ALLEN!!” Teriakanku keras sampai terdengar mereka berdua. Allen pun langsung menoleh ke arahku dan matanya terbelalak.
“Ruka! Ini bukan seperti yang kau -----“
“DIAM! Aku sudah tak percaya denganmu lagi! Dan kau, apa-apaan kau ini pengkhianat! Apa kau dekat denganku karena ingin dekat dengan Allen?! JAWAB KALLEN!!” Emosiku tak terkendalikan saat ini. Aku hanya ingin marah, marah, marah dan MARAH!
“Ruka, kumohon jangan salahkan Kallen lagi.” Ucap Allen memelas.
“Diam kau Allen sayang! Brengsek juga kau ya. Hahaha! Kalian berdua brengsek! Kalian telah mempermainkan perasaanku. Kalau begitu, selamat tinggal Allen-nii dan Kallen!” Kemudian aku meninggalkan rumah itu. Aku berlari kearah yang tak menentu.
“Sial!” Allen sepertinya agak kesal juga, tapi apa boleh buat.
“Maafkan aku, senpai. Gara-gara aku -----“
“Sudah cukup Kallen. Semua sudah terlambat.”

***---------***

“Apa ini?” Ucap Kallen bingung.
“Loh? Kallen gat au? Kemarin Ruka bunuh diri dengan cara yang mengenaskan.” Ucap seorang teman Kallen. “Padahal kan Kallen teman dekat Ruka?” Lanjutnya.
“Ini semua salahku.”
“Ketua?!” Semua kaget karena tiba-tiba seorang laki-laki muncul di belakang Kallen.
“Semua ini salah kami berdua.” Lanjut Kallen. “Nanti aku akan kerumahnya bersama senpai.”

***--------***

Sampainya di rumahku, sepertinya mereka masih mencium darah amisku. Berbondong-bondong ke rumahku hanya untuk melihat ini? Dasar bodoh.

“Tante Yuki!” Panggil Kallen ke tantenya Ruka. “Bagaimana ini bisa terjadi?”
“Tante juga tak begitu mengerti. Ketika habis mengantarkan makanan ke rumah Allen, dia menangis terus di kamarnya. Ketika tante hendak minta tolong dan membuka kamarnya, tante hanya melihat jasad Ruka. Tangannya berlumuran darah dan dia menggantungkan dirinya.”
“Ya Tuhan!”
“Boleh aku melihat jasadnya?” Ucap Allen.
“Silahkan.”

Allen masuk ke kost’an ku dan melihat jasadku. Ia menahan tangisnya. Tapi Kallen sudah benar-benar menangis.

“Ruka .. Aku benar-benar bodoh ya?” Ucap Allen.
‘Ya, kau memang bodoh!’
“Kenapa aku tidak mencintaimu sepenuh hati?”
‘Karena kau telah menyukai Kallen! Kamu pacaran denganku hanya untuk mendapatkan Kallen! Aku sedih sekali.’
“Aku sangat menyesal.”
‘Tak ada penyesalan Oniichan!’

Lalu aku langsung menulis di sepucuk kertas dekat jasadku. dan ternyata Allen melihatnya dengan jelas. Dia sangat ketakutan.

“Dear Allen-nii. Tak ada penyesalan bagimu. Ambillah Kallen sebagai kekasihmu. Lupakan aku yang sudah menjadi mayat berdosa seperti ini! Aku hanyalah manusia bodoh yang mati dengan cara seperti ini. Kau tahu Oniichan? Padahal aku sangat mencintaimu loh! Tapi ternyata cintaku tak terbalaskan. Ini suratku yang terakhir. Selamat tinggal.

Ruka”

Semua teman-temanku merinding melihatnya dan sudah ada yang menangis histeris, terutama Allen-nii. Akhirnya dia menjatuhkan juga air matanya.

**The End**


♫ Thanks for Reading, da. Ctrl + C = COPY! ♫

0 Spam(s) on "When Love, Life and Friendship Ends For The End Time"

Posting Komentar

Rules :
✱ Menggunakan bahasa yang baik, jelas dan benar
✱ Tidak spam
✱ Tidak menyinggung perasaan author maupun orang lain

Regards,
Kallen Beilschmidt ♫

 
H o m e S t u f f s K a l l e n T o m o d a c h i T h a n k s T o F o l l o w +
K a l l e n B e i l s c h m i d t Ⓒ 2 0 1 6