Tomodachii # 12 ~Karin Version~

by K A L L E N
Let's Share, nyaan! (。•ㅅ•。) :

Created by : Mello / Bonita


-----------


Sini, sama kelompok kami aja!”
“Eh… aku sendiri aja…”
“Kok sendiri? Kan tugasnya tugas kelompok! Lagian kelompok kita juga kurang satu orang kok!”
“Tapi…”
“Ayo!”


~~^^^___^^^~~

Gue ngga percaya Hyou mau pergi! Kenapa dia ga bilang dari lama? batin Karin. Kata-kata Hyourin di kelas tadi masih terngiang di telinganya. *kok kayak lagu dangdut ye? = =*

Gue harus pergi ke Inggris…

Karin mengacak-acak rambutnya sendiri. Momo dan Nao yang berjalan di kiri-kanan Karin hanya bisa geleng-geleng kepala.

Momo : Kariin, keenaapaa? TwT
Karin : =O= ~~ *bengong dengan mulut nganga*
Nao : HAP! *nangkep sesuatu di udara* makan nih! *masukin benda yg ditangkep tadi ke mulut Karin*
Karin : ^*@&#%$!# BUUUWAAAHHH~~~ TOT apa apaan si Nao?!
Nao : Abis elu jalan mulutnya nganga gitu .. = =
Karin : Suka-suka dong! > <
Momo : Hee, udah udah .. > <
Nao : Kenapa sih? Masih SANGAT syok si Hyourin pergi?? = =
Karin : Masa Nao gaa syok gitu?? T______T *mewek*
Nao : Ya syok lah! Tapi kan itu udah pilihannya dia .. Kita bisa apa? Aku juga sedih~ T.T
Momo : huweeeengggg T^T *ikutan mewek*
Karin : Kok, jadi mewek semua gini? udah ah, udah! Huks~ T_T *masi mewek*
Nao : UDAH!! TOT *jitak karin & momo*
Momo : Hiieeee, sakit Nao~ :’(
Karin : HUUUUWEEEE~~ *mewek makin kenceng*
Nao : Nyeh, kok malah makin kenceng? = = halaahh, udah udah, nanti gw tamatin P4 lu, jangan nangis! = =a
Karin : A_A ASEEEEEEKKKKKKKK~~~ XDDDDDD *digeplak nao*
Momo : (‘_’ ) ( ‘_’) *celingak-celinguk*
Karin : Nyee? Kenape Mo? O.oa
Momo : RUMAH KARIN UDA KELEWAT!! TOT
Karin : WHUT? O.O

~~^^^___^^^~~

BRUUKK

Kerin merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan baginya.

Gue harus pergi ke Inggris…

UGH! Kenapa sih kalimat itu mendengung terus di telinga gue! Lama-lama gue masukin juga lebah beneran ke telinga! T T Semua kejadian hari ini bener-bener gak rasional!


Karin menutup wajahnya dengan bantal. Karin mengingat kembali semua kejadian hari ini. Kejadian yang semuanya menyakitkan…

Tadi, di sekolah~

Karin menatap wajah seluruh anggota Tomodachi Genk bergantian. Dan tak ada seorang pun dari Momo, Kushi, Nao, maupun Tifa―walau Tifa sudah tau lebih dulu―yang dapat membendung perasaan sedihnya. Bahkan wali kelas mereka, Pak Zack, pun tak bisa menyembunyikan perasaan kaget bercampur sedih.

Seluruh 2-C mendadak riuh. Inggris bukanlah negara yang dekat. Bagaimana mereka tidak kaget kalau ada salah satu dari anggota keluarga 2-C yang mendadak pindah ke Inggris? Apalagi, ini Hyourin lho...

Hyourin Zakura adalah gadis yang manis. Murid kesayangan Pak Zack. 'Pencerah' bagi kelas 2-C. Populer, baik, supel... rasanya nggak mungkin ada yang membencinya. Tak heran kalau seluruh 2-C nggak rela kehilangan Hyourin. Ke Inggris? Yang benar saja! Itu negara yang jauh! Mungkin itu yang dipikirkan oleh seluruh 2-C sekarang.

"Gue harus pergi ke Inggris..."

Karin tersentak. Surat beramplop putih yang digenggamnya ia remas perlahan.

Kenapa? Kenapa, Hyou??

Karin menjerit dalam hati. Tak mampu mengeluarkan air mata dalam hatinya.

Itu baru kejadian menyakitkan yang pertama.

***
Karin berjalan terhuyung-huyung menuju kamar mandi di lantai bawah sekolah. Baru saja ia dan para Tomodachi memberikan wejangan-wejangan terakhir untuk Hyou. Hyou meminta mereka untuk mengantarnya ke bandara besok pagi. Karin tak bisa banyak bicara tadi. Perutnya terasa sakit sekali. Karin bersandar di dinding dekat ruang kelas 1-B. Tangannya ia lingkarkan di perutnya untuk menahan perih.

TAP TAP

Suara langkah kaki setengah berlari terdengar menuju arah Karin. Siapa itu?

Seseorang meraih bahu Karin. "Nak Karin!"
Karin menoleh. "Tante... Harada?"

Tante Harada adalah Mama Hyou. Tante Harada sangat ramah kepada teman-teman Hyou, apalagi Tomodachi Genk. Ia juga sangat baik pada Karin. Jauh sebelum Karin mengenal Hyou, Tante Harada sudah mengenal Mama Karin.

Karin duduk di depan Tante Harada. Tante Harada baru saja mengajaknya ke kantin dan memberinya teh hangat. "Ada apa Tante?" tanya Karin penasaran.
Tante Harada tertunduk. "Maaf kalau ini semua mengejutkanmu―kalian, tapi Hyourin benar-benar harus pergi..." Nada bicara Tante Harada terdengar sangat menyesal.
Karin tersenyum―dipaksakan. “Tidak apa-apa, Tante Hara, kami sangat menghargai keputusan Hyou,” dusta Karin.
“Iya… tapi sebenarnya bukan itu yang mau Tante bicarakan denganmu…” Mata Tante Harada mulai berkaca-kaca.
Karin mengangkat salah satu alisnya. “Eh? Maaf?”
“Tante sudah tahu… tentang surat itu…” Tante Harada kini menitikkan air mata. Karin masih bingung. Apa maksudnya ‘surat itu’? Masa’??
“Tante! Jangan bilang Tante udah tau dari Mama?!” ucap Karin sedikit membentak. Tante Harada mengangguk pelan. “Tante! Surat itu udah lama! Kenapa Tante nggak bilang sama Hyou?! Sekarang Hyou pergi ke Inggris tanpa tau apa-apa, Hyou bisa marah…”
Tante Harada menyeka air matanya. “Maaf… Tante yakin kamu pasti tahu alasan Tante…”
Karin membuang muka. Itu memang benar. Dalam sekejap Karin bisa mengetahui hal itu―dengan anugerah psikologi yang luar biasa, mampu menganalisa keadaan psikologi dalam sekejap. “Iya… tapi…”

Kejadian menyakitkan yang kedua untuk hari ini.

Back to Karin’s Room~

Karin mengeluarkan surat beramplop putih yang sudah lecek dari tasnya. Karin meletakkan surat itu di sebelah pigura coklat di atas meja. Karin menghela napas.Nanti malem gue harus nelpon Hyou…

~~^^^___^^^~~

Kamar Karin, malam sebelum keberangkatan Hyourin~

Karin berbaring di tempat tidurnya sambil menggenggam ponselnya. Nomor kontak Hyourin tertera pada layar ponselnya. Karin hendak menelepon Hyourin, namun ia masih tidak tahu apa yang akan dikatakannya pada sahabatnya itu. Gue mau ngomong apa coba? Selamat jalan? Nanti oleh-olehnya coklat Funtom? Masa’ sih… -______-

Karin berguling-guling di atas tempat tidur ber-sprei hijaunya. Karin berhenti, ia menatap langit-langit kamar. Sigh… jadi inget waktu dulu pertama deket ama Hyou… T T

~~^^^___^^^~

Flashback

Pak Zack : *ngetuk” meja pake penggaris* anaak anaak, uwdaa jelaas yaa, buat tugas hari ini 1 kelompok 7 orang .. berhubung di kelas kita ada 35 orang, jadi pas 5 kelompok~ =O=/
All 2-C : Iyeee Paaak~ (_ _)/

Seketika kelas itu menjadi ramai. Hal yang biasa. Setiap ada tugas kelompok pasti semuanya ramai. Masing-masing mempunyai kandidat sendiri untuk dijadikan anggota kelompoknya. Yah, walaupun pasti ada satu kelompok yang anggotanya kurang. Maklum, ada satu siswa yang biasanya tidak diajak dalam kelompok.

Murid A : Iihhh, gw pengen sekelompok sama Ichigo! > <
Murid B : Ngarep lo! = =
Murid A : Emang! XDDDDD
Ichigo : Hwaduh… susahnya jadi cowok populer @_@ *dijitak all Tomodachi Genk*
Murid C : Aduh, pengen sama Hyourin nih! > <
Murid D : Iyalah! Gw juga mau kaleee… siapa sih yang gak mau sekelompok sama Hyourin n de Tomodachi Genk?? > <
Murid E : Ada kan, di kelas kita satu orang… *nunjuk kursi di pojok depan*
Hyourin : *nengok ke arah yg ditunjuk Murid E*

Karin Lighthalzen, no absen 18. Skeptis, datar, dingin, pendiam, aneh, susah diajak kerja sama, penyendiri, masa depan suram… itu hanya sebagian dari yang diungkapkan oleh beberapa siswa. Menyebalkan. Rata-rata itu kesan pertama yang diucapkan para siswa kepada Karin. Mungkin itu karena ia lebih sering diam dan tidak berinteraksi dengan sekitarnya. Padahal kenyataannya ia sangat malu dan tidak percaya diri untuk berinteraksi dengan orang lain. Membuatnya selalu sendirian selama 14 tahun ini. Selalu sendirian…

Setidaknya sampai hari ini.

Pak Zack : Ayo ayo, umumkan kelompoknyaa~ =O=/
Murid C : Duh, gimana nih, gw belom dapet kelompok! Tomodachi pasti 1 kelompok, berarti kurang 1 orang! > < mesti cepet”! *ngampirin Hyourin* ehm, Hyou~ >///<
Hyou : Kamu beluum punya kelompok kaan? :D
Murid C : I… iya! Eh―

Hyourin berjalan melewati Murid C.

Hyou : Sini, sama kelompok kami aja! ^ ^
Karin : Eh… aku sendiri aja…
Hyou : Kok sendiri? Kan tugasnya tugas kelompok! Lagian kelompok kita juga kurang satu orang kok! ^ ^
Karin : Tapi…
Hyou : *gandeng tangan Karin* Ayo! X3
Murid C : *terdiam*
Hyou : Riina (Murid C), kemaren kan udah satu kelompok di kelompok biologi, gantian ya! ^_______^
Murid C : I… iya… O_O (innerheart : Hyourin… baik sekali… O_O)

Maka sejak saat itu, ikatan baru Karin dengan orang lain pun dimulai. Hyourin mengubah hidupnya. Mengajarkan ‘persahabatan’ padanya. Dan menjadi idolanya. Sejak saat itu, Karin menjadi salah satu orang ‘luar’ yang dekat dengan Tomodachi Genk.

Liburan Musim semi~

Kushi : Ayo ayo, semuanya ambil posisi! X33
Hyou : Gw di depan yak! XD ama Momo en Tifa! X333 *ambil posisi di depan sambil ngerangkul Tifa en Momo*
Nao : Gw belah Momo dahh~ =w=v
Momo : Hee?! Momo mau dibelah??? O.O7
Nao : Maksut gw DI SEBELAH….. =O= *ambil posisi di sebelah Momo*
Kushi : Ntar gw berdiri di belakang ajee~ X333 *ngatur kamera*
Ichigo : YG PALING CAKEP DI DEPAN !!!! XDDDDD
Nao : =O= *timpuk Chigo pake botol aqua*
Hyou : Karin! Ayo! :O Karin mau di mana? Di belakang ma Kushi yee~ =D
Karin : Sip dah! ^ < *ambil posisi di belakang*
Kushi : Semuaa siaap yaaa~ kamera uwda gw set ni! Yak! *ngacir ke sbela Karin*
Ichigo : Sip! Sakuranya lagi bagus! 3, 2, 1, say cheese! X3

KLIK

Flashback End

~~^^^___^^^~~

Kini, foto Karin bersama Tomodachi Genk itu terpampang dalam sebuah pigura sederhana di atas meja belajar Karin. Karin menyeka air mata yang baru saja mengalir melewati pipinya. Gak usah ditelpon deh… 

~~^^^___^^^~~

Bandara Narita, Hari-H keberangkatan Hyou ke Inggris, 08.30a.m.

Tomodachi Gank : Hyou! Hati hati yaa!!
Hyou : ok! Kalian jaga diri juga yaa!!
Ichigo : HYOURIN!!!
Hyou : ahh! *nengok kebelakang* Chigo.. ICHIGO!!

Maka kedatangan Ichigo yang tak terduga pun menjadi salam perpisahan manis terakhir untuk Hyou. Karin tersenyum. Karin tau, Hyou menyukai Ichigo. Karena itu ia bersyukur Tifa menghampiri Ichigo tepat pada waktunya. Hari itu, diakhiri dengan sebuah pelukan hangat dan kecupan manis, Hyou berangkat dengan senyum bahagia tersungging di sudut bibirnya.

Pesawat yang ditumpangi Hyou mulai menghilang di antara awan.

Yosh! Ini saatnya gue minta tolong~

Karin : Chiigooo~~ =O=
Ichigo : *muka masih merah* hee? Paan? =//=
Karin : Gw minta tolong boleh yeee… pleeeeaaaseee T_______T
Ichigo : =//=a minta tolong paan si?
Karin : Gini…

Dan setelah mendengar keseluruhan cerita Karin, Ichigo cuma cengo.

Ichigo : AH, GILA! *pake nadanya Pa’Alo*
Karin : IH! SIAPA YANG GILA? *pake nadanya Bang Juned*
Ichigo : Gw ga percaya! -______-
Karin : Kok gitu? T.T ayolaaah Chigooo, cuma elu yang bisa bantu gw~ T___T
Ichigo : Kenape lu ga ngomong dulu sama dia sebelom dia pergi?? Ngerepotin gw aja lu! -____-
Karin : GW UWD MW BILANG, di hari yg sama waktu dia bilang dia mau pergi… T_____T
Ichigo : *pergi* alahhhh.. -____-
Karin : Ichigo! > < *ngejar Ichigo*
Ichigo : Iya gw tau… seminggu lagi kan?

~~^^^___^^^~~

Sesampainya Karin di rumah setelah mengantar Hyou~

Kamar Karin,

Karin menatap sebuah foto yang terpampang dalam pigura coklat buatan tangan. Karin menatap wajah yang berada di tengah, sedang merangkul Tifa dan Momo.

“Everlasting story.” Karin membaca tulisan yang menghiasi pigura itu. Air matanya menetes, membasahi kaca pigura pastel itu.
“Life goes on and on.” Karin bergumam lagi. Karin meletakkan pigura itu, tepat di sebelah surat putih yang bercapkan sebuah rumah sakit ternama.
Beberapa kalimat terlihat dari surat putih itu, “JADWAL OPERASI CANGKOK GINJAL, tertanda, Ms. Karin Lighthalzen.”

Karin mendongak. Matanya basah.

“Hyou, padahal hari itu aku mau memintamu untuk menemaniku saat operasi sialan itu… terpaksa kujalani sendiri… ^ ^” Senyum getir diiringi air mata pun menghiasi wajah Karin…

EVER LASTING STORY
EVER LASTING STORY Towa ni eien...
Kono nakama totomo ni tsuduku monogatari It goes round & round
EVER LASTING STORY
EVER LASTING STORY Towa ni eien...
Ano goro ni kawarazu aruku kono tabiji Life goes round & round


~~^^^___^^^~~

Seminggu kemudian, rumah sakit,

“Miss Lighthalzen, kami akan membawamu ke ruang operasi sekarang.” Suara lembut seorang suster membangunkan lamunan Karin. Karin hanya mengangguk mengiyakan. Beberapa detik kemudian, para suster pun membimbing Karin yang terbaring di atas tempat tidur berjalannya menuju ruang operasi.

Sudah waktunya…

Karin memejamkan mata sepanjang para suster itu membawanya. Sampai akhirnya sebuah suara menghentikan perjalanan mereka.

“KARIN!”

Karin membuka matanya.

Karin : Ka… kalian? Kenapa di sini?
Momo : Kita kaan pengeen nemeeniin Kariinn~~ T___T
Karin : (innerheart: pasti kerjaannya si Chigo! = =)
Kushi : Kok kamu ga pernah bilang siih? T^T
Karin : Aduh, habis… ICHIGO! T^T
Ichigo : Gw ga bisa diem aja… = =
Tifa : Pak Zack ajaa udah tauu soal hal ini, kenapa kita kita ngga dikasi tau? T T
Karin : *garuk garuk pala* yaa, duh, gimana jelasinnya yaa.. ^ ^a tapi kalian gaboleh ada di sini…
Nao : Kite maunya disini nungguin elu! T^T
Karin : Ehhh~ ^ ^a udah ya, dokter udah nungguin tuh.. Trus, Ichigo, jangan lupa nanti bilang ke dia ya.. ^ ^
Ichigo : Iya gw tau… *buang muka*

Karin pun kembali meminta para suster untuk memasukkannya dalam ruang operasi.

“Udah ya all! Thanks buat semuanya selama ini, gue harap gue bisa kembali dan melihat wajah kalian semua! Nao, lu masih utang namatin P4 gue! XD mendingan kalian ga usah nunggu, operasinya bakal lama lho~ Au revoir…”

Dan sosok Karin pun tertelan dalam kegelapan ruang operasi itu.

Seorang dokter dengan antusias mengelap sebuah pisau bedah. “Anda sudah siap, Miss Lighthalzen? Ingat, operasi ini tidak 100% berhasil.”
“Aku siap.” Karin menutup matanya.

Sampai jumpa… Tifa, Momo, Nao, Kushi… Sampai jumpa Ichigo, terima kasih, ingat janjimu, kalau aku tak kembali, jangan kau kecewakan Hyou, jangan pernah… Sampai jumpa, Ritsu, Mahsa… Sampai jumpa Pak Zack dan 2-C… Sampai jumpa Tomodachi, kita akan bertemu lagi beberapa jam lagi… I Hope… Dan… Sampai jumpa, Hyou… Dimanapun itu, kita pasti akan bertemu lagi…





♫ Thanks for Reading, da. Ctrl + C = COPY! ♫

0 Spam(s) on "Tomodachii # 12 ~Karin Version~"

Posting Komentar

Rules :
✱ Menggunakan bahasa yang baik, jelas dan benar
✱ Tidak spam
✱ Tidak menyinggung perasaan author maupun orang lain

Regards,
Kallen Beilschmidt ♫

 
H o m e S t u f f s K a l l e n T o m o d a c h i T h a n k s T o F o l l o w +
K a l l e n B e i l s c h m i d t Ⓒ 2 0 1 6